Arsip untuk ‘Manajemen Hidup’ Kategori

Memaafkan Musuh, Membahagiakan Diri

Maret 9, 2008

2070577085_b2875d7158_m.jpgDalam kehidupan selalu saja ada teman, saudara, kerabat kita yang sekarang bermusuhan dengan kita. Padahal dulunya mereka berhubungan baik dengan kita. Karena di suatu saat, entah sebuah kejadian kecil atau sebuah pertengkaran, tiba-tiba mereka menjadi tidak berhubungan lagi. Menjauh dari kita. Menelpon tidak, berkirim sms tidak. Bahkan kalau ketemu di jalan, seolah-olah tidak kenal. Padahal dulunya kita berhubungan baik sekali.

Berikut ada tips dari saya yang bisa dipraktekkan. Sebuah usaha yang mungkin berguna bagi anda, kebahagiaan dan kesuksesan anda di masa mendatang.

Bila anda memiliki saudara, teman, kerabat yang dulunya baik, tapi karena sesuatu hal atau kejadian yang membuat kesalahan, bisa karena dia atau anda, lalu menjadi renggang hubungan. Bisa jadi hal itu karena kesalahpahaman, ketidakmengertian, kurangnya komunikasi sehingga dia tiba-tiba tidak mau bicara dengan kita.

Kalau memang kejadiannya seperti ini, cobalah diam sejenak dan bayangkanlah orang itu. Kenanglah kebaikan dia dulu. Saat-saat manis yang anda lakukan bersama. Ingatlah saat dia menolong anda dalam kesulitan. Atau hal-hal yang baik yang terjadi di antara anda. Lalu anda pikirkan bagaimana sampai terjadi putus hubungan. Saat anda tidak lagi bersahabat. Coba dipertimbangkan besarnya kesalahan, mungkin cuma kecil yang bisa dilupakan.

Telponlah dia. Telpon saja. Tidak usah susah-susah ketemu. Ketika telpon anda bilang, “Halo saya ini bla..bla.. Lama kita tidak ketemu ya. Maaf, saya cuma telpon sebentar saja. Dulu kita pernah bersahabat baik ya.. Ingat kita dulu sering jalan-jalan bersama. Mungkin karena satu dan lain hal di tahun 1978 atau apalah, kita menjadi tidak enakkan.”

Lalu kita lanjutkan, “Dan saat ini saya merasa tidak enak. Karena dulu kita bersahabat dengan baik, sekarang kita jadi tidak pernah bicara atau berhubungan lagi. Alangah baiknya suatu saat kita bisa bertemu, berbicara bahkan berjalan-jalan lagi. Segini saja ya. Dag.. dag..” Telpon kita tutup.

Saya percaya anda punya musuh di dalam hati anda. Anda juga punya ketidak-enakkan di dalam hati anda. Bila ini ada, cobalah cari, hubungi dia dan telpon saja. 10 atau bahkan 5 menit saja. Katakan kalau dia masih marah, tidak apa-apa. Yang penting kita sudah mengatakan apa yang ada dalam hati kita. Mungkin sekarang belum waktunya. Mungkin suatu saat nanti, kita bisa bersahabat lagi. Selesai, tutup teleponnya.

Kita lakukan itu. Tidak apa-apa. Tidak ada ruginya. Tetapi ini semua akan memperkaya khasanah kejiwaan kita untuk menjadi manusia yang lebih besar.

Ini semua adalah sebuah cara kita untuk memaafkan diri kita sendiri untuk memaafkan orang lain. Cara mendamaikan di dalam hati kita. Kalau kita bisa melakukan hal ini, siapapun yang salah dulu entah kita, saudara, teman, kerabat, apa yang akan terjadi ?

Kita menjadi manusia yang lebih besar, jiwa yang lebih besar dengan ketenangan yang lebih besar lagi. Lebih besar lagi bahagianya. Mengasah diri lebih peka mengenal orang lain. Dengan kebesaran dan ketenangan jiwa ini maka kita akan bisa berbisnis dengan lebih baik lagi. (Tanadi Santoso)

Damai

Desember 15, 2007

thjuca8olz0xca8rn5sgcadodxyscawkexiacadw8kd2caqv8pucca62zhnlcag7rcemcaajsitrca4ysvg2cavdgwdwca769zn2ca8djb4scau2m8mxca0yrcq0cajy8wsbca6q4d56caj5t1dycaqn3prw.jpgOrang sering keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri sendiri; bagaimanapun maafkanlah mereka.

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih; bagaimanapun berbaikhatilah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati; bagaimanapun jadilah sukses.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; bagaimanapun jujur dan terbukalah.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang dalam semalam; bagaimanapun bangunlah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; bagaimanapun berbahagialah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang; bagaimanapun berbuat baiklah.

Bagaimanapun berikan yang terbaik dari dirimu.

Engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan engkau dan Tuhanmu; bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

(Bunda Teresa)

Pengakuan Agustinus

Desember 15, 2007

gbr14.jpgTuhanku, Engkau lebih besar dari segala yang ada di diriku dan lebih dalam dari apa yang terdalam di hatiku (Deus meus superior sumo meo et interior intimo meo).

Hari ini

Desember 9, 2007

vr.jpgHidup hanya satu hari, HARI INI.  Yang lalu sudah berlalu.  Yang akan datang belum pasti.  Jadi lakukanlah yang terbaik hari ini.

Waktu Terbaik

Desember 9, 2007

dian63.jpgWaktu terbaik adalah hari ini, orang terpenting adalah orang terdekat, perbuatan terpenting adalah berusaha membahagiakan orang-orang terdekat. (Thich Nhat Hanh)