Arsip untuk April, 2008

4E+1P

April 22, 2008

DICARI: TUKANG KEBUN (Pemimpin)

 

Jack Welch, mantan CEO legendaris GE, punya definisi sederhana tentang pemimpin.  Menurut salah satu Century’s Best CEO yang langganan meraih penghargaan sebagai CEO terbaik dari berbagai media bisnis internasional ini, pemimpin adalah seorang tukang kebun.  Tugasnya: membawa pupuk di tangan kanan, dan air di tangan kiri.  Ia memberi pupuk dan menyirami tanaman agar subur, serta menyiangi rumput dan gulma yang bisa menganggu pertumbuhan bibit unggul yang ditanam di ladangnya.

Secara berkala, ia juga mengecek pertumbuhan tanamannya.  Jika pucuk muda tak kunjung trubus dan tanaman tetap kuntet meski cukup diberi pupuk dan air, ia perlu menggantinya dengan bibit lain sehingga ladangnya bisa menghasilkan dengan baik.  Dengan rendah hati, Jack mengaku tugasnya sangat sederhana.  “Karena saya bukan orang pintar, tugas saya adalah mencari dan memilih orang-orang yang pintar dan professional,” katanya.

 

4E + 1P

 

Apa itu 4E+1P?

4E+1P merupakan konsep perilaku kepemimpinan yang diadopsi dari perusahaan General Electric (GE).  GE merupakan perusahaan yang didirikan oleh Thomas Alva Edison (penemu bola lampu).  Pada masa pimpinan sang CEO, Jack Welch, GE menjadi perusahaan yang paling berharga di dunia.

 

Yang membuat General Electric berbeda adalah satu budaya yang memanfaatkan perbedaan sebagai satu kesempatan belajar yang tidak terbatas, satu rumah ide yang makanan dan kelezatannya tak ada taranya di dunia bisnis.  Inti dari budaya belajar adalah pemahaman bahwa kemampuan organisasi untuk belajar dan segera menerapkan apa yang dipelajari ke dalam tindakan, merupakan daya saing bisnis. (Jack Welch)

 

Energy:

  1. Kepemimpinan yang memberi teladan
  2. Penekanan pada pentingnya kepuasan pelanggan
  3. Menggunakan bahasa lisan, tulisan dan tindakan nyata untuk mengilhami orang lain agar berprestasi
  4. Menginisiatifkan suatu perubahan
  5. Menentang status quo
  6. Membagikan informasi ke seluruh bagian
  7. Terbuka dan ramah terhadap orang lain

Energize:

  1. Mendorong orang lain untuk memberikan kontribusi yang lebih
  2. Memberikan wewenang kepada anggota tim untuk memilih cara terbaik dalam melakukan pekerjaan mereka sendiri
  3. Menghargai kontribusi tim
  4. Mendengar secara efektif dan ajukan pertanyaan untuk memahami pikiran orang lain
  5. Mendorong perdebatan di antara anggota tim
  6. Memberikan arahan yang jelas pada tim
  7. Menolong anggota tim belajar dari kesalahan

Edge:

  1. Menunjukkan standar perilaku yang tinggi dalam semua transaksi bisnis
  2. Bertanggung jawab atas kesalahan sendiri dan menjadikannya sebagai suatu pelajaran praktis
  3. Menunjukkan masalah kinerja berdasarkan laporan / anggota tim
  4. Dapat membuat keputusan yang tepat saat minim informasi
  5. Memutuskan secara efektif dengan alternatif yang kompleks, membingungkan dan bertentangan
  6. Dapat dengan cepat menyaring informasi yang relevan dari informasi yang tidak relevan
  7. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri dengan jelas
  8. Menghadapi konflik secara konstruktif

Execute:

  1. Membuat & memenuhi komitmen yang agresif
  2. Memilih anggota-anggota tim pelaksana yang memiliki bakat dan talenta yang tinggi
  3. Mengalokasikan sumber daya (orang, material, waktu & anggaran) dengan tepat
  4. Mengubah rencana jika situasi membutuhkannya
  5. Dengan senang hati menerima umpan balik dari kinerja sendiri
  6. Memberikan umpan balik untuk meningkatkan kinerja anggota tim
  7. Melatih secara efektif untuk meningkatkan kinerja anggota tim
  8. Mendorong peningkatan kualitas dengan mengimplementasikan cara baru yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu

Passion:

  1. Memiliki keinginan kuat untuk berhasil
  2. Memandang perubahan sebagai suatu kesempatan dan keberhasilan pelaksanaan rencana tindakan
  3. Dapat bertahan dan belajar pada masa-masa sulit
  4. Membimbing tim dalam mengarahkan bisnis pada kondisi krisis
  5. Selalu mendorong orang lain untuk memiliki proses yang cepat, sederhana dan efektif

 

Yang kita cari untuk GE saat ini adalah pemimpin di setiap level yang dapat membangkitkan energi karyawan, menciptakan antusiasme karyawan, bukan pemimpin yang melemahkan semangat karyawan, dan mengendalikan karyawan.  Orang yang kita perlukan dalam perusahaan ini adalah mereka yang tidak mau menghabiskan waktu untuk birokrasi; atau tidak menggerutu terhadap penguasa yang diktator selama bertahun-tahun; orang yang sebelum mendapatkan kesempatan untuk mengambil keputusan,  mencoba sesuatu yang baru dan mendapatkan kepuasan batin dan kepuasan dalam hal keuangan. (Jack Welch) 

Angsa dan Telur Emas

April 2, 2008

good.jpgAngsa dan Telur Emas(Stephen Covey) 

Fabel ini berkisah tentang seorang petani miskin yang pada suatu hari menemukan sebutir telur emas yang berkilau di sarang angsa peliharaannya.  Pada mulanya ia berpikir ini pasti semacam tipuan.  Tetapi ketika ia akan membuangnya, ia berpikir-pikir lagi dan membawanya pulang untuk memeriksanya.

Telur itu ternyata emas murni! Si petani tidak dapat percaya akan keberuntungannya.  Ia menjadi semakin tidak percaya ketika pada hari berikutnya pengalaman tersebut berulang kembali.  Hari demi hari, ia bangun dan bergegas menuju sarang dan menemukan satu lagi telur emas.  Ia menjadi sangat kaya; semua ini kelihatannya seperti sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.

Namun sewaktu ia bertambah kaya timbul pula sifat tamak dan tidak sabar.  Tidak sabar menunggu hari demi hari untuk mendapatkan telur emas tersebut, akhirnya si petani memutuskan untuk membunuh angsa itu dan meraup semua telur emas itu sekaligus.  Tetapi, ketika ia membuka perut angsa tersebut, ternyata kosong.  Tidak ada telur emas – dan sekarang tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas itu lagi.  Si petani telah menghancurkan angsa yang menghasilkan telur-telur tersebut.

Dalam fabel ini terlihat suatu hukum alam, suatu prinsip – definisi dasar dari efektivitas.  Kebanyakan orang melihat efektivitas pada paradigma telur emas: semakin banyak anda menghasilkan, semakin banyak anda bekerja, semakin efektif anda jadinya.

Namun demikian fabel ini memperlihatkan bahwa efektivitas yang sebenarnya adalah fungsi dari dua hal: apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur emas) dan aset yang menghasilkannya atau kapasitas produksi  (angsa).

Jika anda menggunakan pola kehidupan yang berfokus pada telur emas dan mengabaikan angsanya, anda segera akan kehilangan aset yang menghasilkan telur emas.  Sebaliknya, jika anda hanya mengurus angsanya tanpa memperhatikan telur emasnya, anda tidak akan memiliki persediaan yang diperlukan untuk memberi makan diri anda atau angsa anda sendiri.

Efektivitas terletak dalam keseimbangan – apa yang saya sebut Keseimbangan P/KP. P singkatan dari produksi hasil yang diinginkan, yaitu telur emas.  KP singkatan dari kemampuan produksi, kemampuan atau aset untuk menghasilkan telur emas.

Beberapa tahun yang lalu, saya membeli sebuah aset fisik – sebuah mesin pemotong rumput.  Saya menggunakannya berulang-ulang tanpa berbuat apapun untuk memeliharanya.  Mesin itu bekerja baik selama dua musim, tetapi kemudian mulai rusak.  Ketika saya mencoba menghidupkannya dengan servis dan mengasahnya, saya mendapatkan mesin itu sudah kehilangan lebih dari setengah kemampuan aslinya.  Mesin itu pada dasarnya sudah tidak berguna.

 

Bila orang lalai menaruh perhatian pada Keseimbangan Produksi / Kemampuan Produksi dalam pemakaian aset fisik pada organisasi, mereka menurunkan efektivitas organisasi dan seringkali akhirnya menyerahkan kepada orang lain seekor angsa yang sekarat.

Misalnya, seseorang bertanggung jawab atas aset fisik, contohnya mesin, mungkin ingin menimbulkan kesan yang baik pada atasannya.  Barangkali saat itu perusahaan sedang berada dalam tahap pertumbuhan yang pesat dan promosi dilakukan dengan cepat.  Ia pun berproduksi pada tingkat yang optimum – tidak ada masa surut, tidak ada pemeliharaan.  Ia menjalankan mesin siang dan malam.  Produksinya fenomenal, biaya turun dan laba membumbung.  Dalam waktu singkat, ia dipromosikan.  Telur emas!

Namun, andaikan saja anda menjadi penerus pekerjaan tadi.  Anda mewarisi seekor angsa yang amat sakit, sebuah mesin yang sekarang ini berkarat dan mulai macet.  Anda harus banyak menginvestasi untuk masa surut dan pemeliharaan.  Biaya melonjak tinggi; laba turun drastis.  Dan siapa yang disalahkan untuk hilangnya telur emas tersebut?  Anda.  Pendahulu anda melikuidasi asetnya, tetapi sistem akunting hanya melaporkan produksi, biaya dan laba per unit.

 

KISS

April 2, 2008

sandra-dewi2.jpg

KISS (Keep It Simple Stupid)


Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi.
Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini :

1. Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang.
Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong.
Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman.

Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.
Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong.

Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda.

Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan.
Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karenatinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar.

Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?
Mereka menggunakan pensil !

***
Smiley :
Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada.
Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.
Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.